Penilaian kinerja (performance appraisal)

Kinerja dan Penilaian Kinerja
Kinerja dalam organisasi diartikan sebagai keberhasilan menyelesaikan tugas atau memenuhi target yang ditetapkan. Jika kita dapat menyelesaikan tugas atau memenuhi target maka kinerja kita bagus. Jika tugas yang kita emban gagal maka kinerja kita jelek. Itu pengertian simpel menurutku. Tapi kalau menurut Veizal Rivai ( 2004 : 309) mengemukakan kinerja adalah : “ merupakan perilaku yang nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan”.

Kinerja kita sebetulnya dipengaruhi oleh beberapa hal
1. kemampuan kita
2. motivasi
3. dukungan
4. keberadaan pekerjaan yang dilakukan
5. hubungan kita dengan organisasi

Manfaat Penilaian Kinerja

Ada dua pihak yang merasakan manfaat dari penilaian kinerja karyawan yang bagus, yaitu karyawan dan perusahaan. Karyawan akan lebih termotivasi dalam bekerja karena tahu bahwa kinerja dinilai dengan benar. Jika kinerja bagus maka gaji, bonus dan karir juga lebih baik. Kinerja yang berbeda menentukan apa yang diperoleh.

Kerja tanpa Penilaian Kinerja

Bagaimana di tempat kita

kebanggaan terhadap tempat kerja

Apa yang sebenarnya membuat kita bangga kepada tempat kerja kita. Pamor perusahaan mungkin menjadi alasan utama. Ini hasil rembugan dengan teman
1. Pamor perusahaan
2. Karir yang melesat
3. Gaji yang besar
4. Fasilitas Kerja
5. Posisi kerja (???)

Teman yang bekerja di perusahaan multi nasional dengan bangga menjelaskan bagaimana sistem yang ada di perusahaan, apa saja yang dikerjakan. Dan ketika ditanya masalah gaji jawabnya sih tetap ya cukuplah buat makan.

Tapi ada juga teman yang lain keihatan ogah-ogahan cerita bagaimana tempat kerjanya. Itu kalo tempat kerja nya kurang bonafid. Dia juga masih terus membeli kompas sabtu-minggu (hehe). Cari-cari lowonganlah. for better place to work.

Karyawan yang bangga terhadap “perusahaannya”, akan memberikan kontribusi maksimal sesuai yang diharapkan perusahaan yang menggajinya. Dia akan mencari ide-ide progresif untuk kemajuan perusahaan dan tentu saja pada akhirnya untuk kemajuan karirnya. Dan tetap saja ujung-ujung nya DUIT.

Karyawan yang tidak bangga lain lagi. Dia memang akan konsentrasi, tapi konsentrasi cari pekerjaan lain. Siap-siap cabut kalo ada tawaran lain. Karyawan tipe ini tidak pernah memikirkan kemajuan perusahaan. yang dia pikirkan cabut secepatnya.

Lha di Sucofindo gimana??
Kayae sih masih pada cari-cari lowongan tuh. hehehe

Barang Bekas

Akhir-akhir ada kebiasaan menarik yang saya lakukan. Huntng barang bekas. HP, Mebel, Motor, Laptop. Alasan utama pasti karena harga yang lebih murah.
Soal kualitas memang menjadi konsekuensinya. Tapi tetep, biar bekas harus tetap milih. Daripada pengen ngirit malah kelilit. hehehe.
Ada lagi soal gengsi. Memang gengsi kalo beli narang bekas bisa drop. tapi kalo bagi orang yang sudah gak punya sense of gengsi, masalah ini bisa dengan mudah diatasi. dan saya mungkin masuk ke golongan ini.
Soal kenikmatan hunting. inilah yang sekarang mencandu dalam diri saya. Mudah-mudahan bisa cepat sembuh sih. Ada kepuasan sendiri memang, kalo kita bisa dapat barang bagus tapi harganya murah. Wah puassssssssssssssssss BGT.
Teman saya bahkan ada yang tiap hari beli POS KOTA untuk mencari-cari barang secong harga murah. Memang POS KOTA masih menjadi sumber utama mencari barang second. Apalagi di Jakarta.

Sucofindo Privatisasi

Sesuai rencana pemerintah, tahun ini sucofindo menjadi salah satu BUMN yang akan di privatisasi. Pertanyaan yang langsung muncul di pikiran saya adalah Apakah sucofindo benar-benar mampu menarik minat investor untuk menginvestasikan uang mereka.
Dari segi keuntungan memang sucofindo belum bisa mencatatkan nilai yang besar. Tahun 2007 keuntungan Sucofindo mencapai 39 miliar. Angka ini merupakan perkembangan yang signifikan karena laba tahun 2006 adalah 28 miliar, 2005 25 miliar, 2004 27 miliar, 2003 16 miliar, 2002 bahkan rugi 85 miliar.
Sucofindo sendiri menargetkan keuntungan pada tahun 2008 sebesar 50 miliar dan pada tahun 2009 sudah berhasil menembus laba sebesar 70 miliar.
Perkembangan jasa inspeksi di Indonesia juga semakin cerah karena semakin banyaknya kebutuhan akan jasa ini. Posisi saat ini pendapatan dari penugasan pemerintah sudah berkurang menjadi 20 sampai 25 persen. Ini juga merupakan perkembangan yang menarik. Perusahaan seperti Sucofindo akan lebih sehat jika proporsi pendapatan dari sektor swasta lebih besar dari penugasan pemerintah.
Perkembangan bisnis Sucofindo juga sangat terpengaruh dengan perkembangan ekonomi di Indonesia. Jika prpyeksi perekonomian di Indonesia semakin cerah maka semakin baik pula kondisi Sucofindo karena semakin banyak perusahaan yang menggunakan jasa Sucfindo.
Tulisan selanjutnya saya cari-cari dulu ya…..

work in worse management

Bagaimana rasanya bekerja dalam manajemen yang kacau. Ada dua piliha dengan konsekuensi masing-masig
1. Bertahan
Kalau kita memilih bertahan, juga punya dua pilihan lagi
a. Merubah keadaan, wah ini sulit. Bagaimana caranya??
b. Merubah diri kita. Kita harus bisa menyesuaikan diri kita agar bisa dengan mudah menerima ketidaknyamanan akibat burknya manajemen.
2. Keluar
Ini pilihan yang agak rasional untukposisi seperti aku sekarang ini. Cari tempat yang menurutku layak untuk aku. Jangan hanya terus mengeluh tanpa bertindak. Mengeluh, jengkel tapi terpaksa harus menerima dengan beban perasaan sepanjang waktu. (duh sadisnya)

Tanggung Jawab atau apa??

Pagi ini aku bersama 12 orang teman masih di depan komputer. Menyelesaikan tugas yang sebetulnya bukan termasuk dalam area pekerjaan kami. Ada beberapa yang masih konsen, tapi ada juga yang sudah mulai ngantuk, maklum sekarang jam 02.45.
Saya jadi bertanya-tanya apa yang memotivasi kami. Beberapa waktu terakhir ini memang orang kantor kerja gila-gilaan. Kalo motivasi uang keliatannya tidak mungkin, karena tidak ada kompensasi apa-apa untuk melakukan pekerjaan ini. Padahal kan uang sering jadi alasan utama manusia jaman gini. Demi karir sepertinya juga bukan, Soalnya jenjang karir di kantor menurutku gak jelas dan gak pasti. Jadi apa??
Kemarin sempat aku dengar dari senior kalo sebetulnya teman2 merasa bertanggung jawab. Tanggung jawab untuk menuntaskan pekerjaan bersama ini. Wah hebat nih…
Apakah benar?? mudah2an…

7 way to boost our career

1. Be positive (and proactive)
2. Do more than you’re paid to do
3. Expand your knowledge
4. Take a leadership class
5. Expand your circle
6. Manage priorities
7. Boost your image