Posted on Juli 16, 2008 by maskuntop
Kinerja dan Penilaian Kinerja
Kinerja dalam organisasi diartikan sebagai keberhasilan menyelesaikan tugas atau memenuhi target yang ditetapkan. Jika kita dapat menyelesaikan tugas atau memenuhi target maka kinerja kita bagus. Jika tugas yang kita emban gagal maka kinerja kita jelek. Itu pengertian simpel menurutku. Tapi kalau menurut Veizal Rivai ( 2004 : 309) mengemukakan kinerja adalah : “ merupakan perilaku yang nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan”.
Kinerja kita sebetulnya dipengaruhi oleh beberapa hal
1. kemampuan kita
2. motivasi
3. dukungan
4. keberadaan pekerjaan yang dilakukan
5. hubungan kita dengan organisasi
Manfaat Penilaian Kinerja
Ada dua pihak yang merasakan manfaat dari penilaian kinerja karyawan yang bagus, yaitu karyawan dan perusahaan. Karyawan akan lebih termotivasi dalam bekerja karena tahu bahwa kinerja dinilai dengan benar. Jika kinerja bagus maka gaji, bonus dan karir juga lebih baik. Kinerja yang berbeda menentukan apa yang diperoleh.
Kerja tanpa Penilaian Kinerja
Bagaimana di tempat kita
DIarsipkan di bawah: hrd | Ditandai: nilai kinerja individu, penilaian kinerja, performance appraisal | 1 Komentar »
Posted on Februari 26, 2008 by maskuntop
Apa yang sebenarnya membuat kita bangga kepada tempat kerja kita. Pamor perusahaan mungkin menjadi alasan utama. Ini hasil rembugan dengan teman
1. Pamor perusahaan
2. Karir yang melesat
3. Gaji yang besar
4. Fasilitas Kerja
5. Posisi kerja (???)
Teman yang bekerja di perusahaan multi nasional dengan bangga menjelaskan bagaimana sistem yang ada di perusahaan, apa saja yang dikerjakan. Dan ketika ditanya masalah gaji jawabnya sih tetap ya cukuplah buat makan.
Tapi ada juga teman yang lain keihatan ogah-ogahan cerita bagaimana tempat kerjanya. Itu kalo tempat kerja nya kurang bonafid. Dia juga masih terus membeli kompas sabtu-minggu (hehe). Cari-cari lowonganlah. for better place to work.
Karyawan yang bangga terhadap “perusahaannya”, akan memberikan kontribusi maksimal sesuai yang diharapkan perusahaan yang menggajinya. Dia akan mencari ide-ide progresif untuk kemajuan perusahaan dan tentu saja pada akhirnya untuk kemajuan karirnya. Dan tetap saja ujung-ujung nya DUIT.
Karyawan yang tidak bangga lain lagi. Dia memang akan konsentrasi, tapi konsentrasi cari pekerjaan lain. Siap-siap cabut kalo ada tawaran lain. Karyawan tipe ini tidak pernah memikirkan kemajuan perusahaan. yang dia pikirkan cabut secepatnya.
Lha di Sucofindo gimana??
Kayae sih masih pada cari-cari lowongan tuh. hehehe
DIarsipkan di bawah: hrd, kerja | Ditandai: bangga, karir, perusahaan | 5 Komentar »
Posted on Februari 15, 2008 by maskuntop
Akhir-akhir ada kebiasaan menarik yang saya lakukan. Huntng barang bekas. HP, Mebel, Motor, Laptop. Alasan utama pasti karena harga yang lebih murah.
Soal kualitas memang menjadi konsekuensinya. Tapi tetep, biar bekas harus tetap milih. Daripada pengen ngirit malah kelilit. hehehe.
Ada lagi soal gengsi. Memang gengsi kalo beli narang bekas bisa drop. tapi kalo bagi orang yang sudah gak punya sense of gengsi, masalah ini bisa dengan mudah diatasi. dan saya mungkin masuk ke golongan ini.
Soal kenikmatan hunting. inilah yang sekarang mencandu dalam diri saya. Mudah-mudahan bisa cepat sembuh sih. Ada kepuasan sendiri memang, kalo kita bisa dapat barang bagus tapi harganya murah. Wah puassssssssssssssssss BGT.
Teman saya bahkan ada yang tiap hari beli POS KOTA untuk mencari-cari barang secong harga murah. Memang POS KOTA masih menjadi sumber utama mencari barang second. Apalagi di Jakarta.
DIarsipkan di bawah: Lain2 | Leave a Comment »
Posted on Januari 24, 2008 by maskuntop
Sesuai rencana pemerintah, tahun ini sucofindo menjadi salah satu BUMN yang akan di privatisasi. Pertanyaan yang langsung muncul di pikiran saya adalah Apakah sucofindo benar-benar mampu menarik minat investor untuk menginvestasikan uang mereka.
Dari segi keuntungan memang sucofindo belum bisa mencatatkan nilai yang besar. Tahun 2007 keuntungan Sucofindo mencapai 39 miliar. Angka ini merupakan perkembangan yang signifikan karena laba tahun 2006 adalah 28 miliar, 2005 25 miliar, 2004 27 miliar, 2003 16 miliar, 2002 bahkan rugi 85 miliar.
Sucofindo sendiri menargetkan keuntungan pada tahun 2008 sebesar 50 miliar dan pada tahun 2009 sudah berhasil menembus laba sebesar 70 miliar.
Perkembangan jasa inspeksi di Indonesia juga semakin cerah karena semakin banyaknya kebutuhan akan jasa ini. Posisi saat ini pendapatan dari penugasan pemerintah sudah berkurang menjadi 20 sampai 25 persen. Ini juga merupakan perkembangan yang menarik. Perusahaan seperti Sucofindo akan lebih sehat jika proporsi pendapatan dari sektor swasta lebih besar dari penugasan pemerintah.
Perkembangan bisnis Sucofindo juga sangat terpengaruh dengan perkembangan ekonomi di Indonesia. Jika prpyeksi perekonomian di Indonesia semakin cerah maka semakin baik pula kondisi Sucofindo karena semakin banyak perusahaan yang menggunakan jasa Sucfindo.
Tulisan selanjutnya saya cari-cari dulu ya…..
DIarsipkan di bawah: 1 | Leave a Comment »
Posted on Desember 12, 2007 by maskuntop
Bagaimana rasanya bekerja dalam manajemen yang kacau. Ada dua piliha dengan konsekuensi masing-masig
1. Bertahan
Kalau kita memilih bertahan, juga punya dua pilihan lagi
a. Merubah keadaan, wah ini sulit. Bagaimana caranya??
b. Merubah diri kita. Kita harus bisa menyesuaikan diri kita agar bisa dengan mudah menerima ketidaknyamanan akibat burknya manajemen.
2. Keluar
Ini pilihan yang agak rasional untukposisi seperti aku sekarang ini. Cari tempat yang menurutku layak untuk aku. Jangan hanya terus mengeluh tanpa bertindak. Mengeluh, jengkel tapi terpaksa harus menerima dengan beban perasaan sepanjang waktu. (duh sadisnya)
DIarsipkan di bawah: hrd, kantor | Ditandai: kerja | 3 Komentar »
Posted on Desember 12, 2007 by maskuntop
Pagi ini aku bersama 12 orang teman masih di depan komputer. Menyelesaikan tugas yang sebetulnya bukan termasuk dalam area pekerjaan kami. Ada beberapa yang masih konsen, tapi ada juga yang sudah mulai ngantuk, maklum sekarang jam 02.45.
Saya jadi bertanya-tanya apa yang memotivasi kami. Beberapa waktu terakhir ini memang orang kantor kerja gila-gilaan. Kalo motivasi uang keliatannya tidak mungkin, karena tidak ada kompensasi apa-apa untuk melakukan pekerjaan ini. Padahal kan uang sering jadi alasan utama manusia jaman gini. Demi karir sepertinya juga bukan, Soalnya jenjang karir di kantor menurutku gak jelas dan gak pasti. Jadi apa??
Kemarin sempat aku dengar dari senior kalo sebetulnya teman2 merasa bertanggung jawab. Tanggung jawab untuk menuntaskan pekerjaan bersama ini. Wah hebat nih…
Apakah benar?? mudah2an…
DIarsipkan di bawah: 1 | Ditandai: karir, lembur, pekerjaan, tanggung jawab | Leave a Comment »
Posted on Desember 3, 2007 by maskuntop
1. Be positive (and proactive)
2. Do more than you’re paid to do
3. Expand your knowledge
4. Take a leadership class
5. Expand your circle
6. Manage priorities
7. Boost your image
DIarsipkan di bawah: karir | Leave a Comment »
Posted on November 29, 2007 by maskuntop
Selama Perang Dunia II, Terdapat beberapa masalah kualitas di berbagai industri high-tech di Inggris, seperti pabrik mesiu misalnya. Sering terjadi ledakan di pabrik selama perakitan bom. Solusi yang dipakai yaitu mensyaratkan pabrik untuk mendokumentasikan prosedur manufaktur mereka dan membuktikan dengan merekam bahwa prosedur yang ada benar-benar diikuti. Nama untuk standar tersebut adalah BS 5750. Ini dikenal sebagai standar managemen karena ini tidak khusus untuk manufaktur. Tapi BS 5750 digunakan untuk mengatur Proses manufaktur.
Menurut Seddon, “Pada tahun 1987, Pemerintah Inggris mengajak International Organisation for Standardization untuk mengadopsi BS 5750 sebagai standar internasional yaitu ISO 9000”
DIarsipkan di bawah: ISO 9001 | Leave a Comment »
Posted on November 20, 2007 by maskuntop
Tadi simbah baru liat kasus menarik. Teman kerja serius. Saking seriusnya agar nggak terganggu dia menutup telinganya dengan ear phone sambil dengerin musik.
Mungkin kalo diliat dari sisi fokus kerja, emang cara ini mujarab. Kita bisa konsentrasi penuh. Apalagi kalo pekerjaan kita berhubungan dengan data detail.
tapi kejadian menarik tiba-tiba terjadi. Telepon di meja nya berbunyi. Tapi karena terlalu konsentrasi tadi, dia nggak bisa dengan bunyi telp. Begitu lama nggak diangkat, teman2 yang lain tentu saja merasa terganggu.
Akhirnya ada teman yang menghampiri dia untuk memberi tahu kalo telpon bunyi. Itu pun setelah dipanggil-panggil dia tidak menengok.
Belum lagi kalo seumpama telp itu ternyata dari klien, bukankah waktu tunggu telp yang terlalu lama menjadi nilai minus buat perusahaan kita.
Sebetulnya bagaimana sih etika bermusik saat bekerja. Ada komentar???
DIarsipkan di bawah: Lain2 | 2 Komentar »
Posted on November 20, 2007 by maskuntop
Ada sedikit revisi dari tulisan kemarin.
Kemarin simbah nulis yang garis besarnya Sucofindo mewakili Depperin dan SI (Surveyor Indonesia) mewakili Pertamina. Ternyata yang benar gini. Pertamina sudah menunjuk Si untuk melakukan verifikasi kemampuan industri tabung gas ini, terus Depperin juga sudah menunjuk SI untuk untuk kembali memverifikasi. Kemudian data-data ini kurang memuaskan pihak-pihak terkait.
Muncullah Sucofindo yang ditugaskan untuk memverifikasi ulang berapa sebenarnya kapasitas industri tabung gas dalam negeri.
DIarsipkan di bawah: Lain2 | Leave a Comment »